Di Kedai Kopi Kepo Halaman
Pustarda Kota Banjarbaru
BANJARBARU, MK- Satu lagi
penulis muda Kalimantan Selatan yang menunjukkan eksistensi dalam bidang
penulisan. Mahasiswa STAI Darussalam yang akrab disapa Ananda Rumi ini akan
melaunching novel pertama yang diterbitkan sendiri bersama On|Off Project Self
Publisher, Jumat, (2/5), di Kedai Kopi Kepo Halaman Pustarda Kota Banjarbaru,
sore besok.
“Sebenarnya ini novel
kedua yang saya garap. Tapi pertama yang saya terbitkan sendiri. Novel pertama yang
pernah saya bikin dan memenangi juara unggulan di Aruh Sastra tahun kemarin
sedang berada di penerbit mayor. Nah, Novel ini sebagai upaya saya untuk
mewadahi kawan-kawan penulis dewasa muda atau young adult di kelas penulisan
novel On|Off agar jangan cemas dengan karyanya. Karena banyak upaya yang bisa
kita lakukan bersama untuk menerbitkan,” ungkapnya kepada wartawan MK, kemarin.
Dikatakan penulis, Novel
Kebisingan Hati merupakan buah pemikiran atas band yang pernah digawanginya
dulu bersama kawan-kawan di kampus. Ia menginginkan para pembaca bisa terhibur
dengan cerita yang ditulis.
“Memang secara keseluruhan
novel ini menceritakan tentang musik, seputar konflik yang terjadi antar anak
band yang masih kuliah memasuki dunia kerja. Jadi tujuannya untuk menghibur. Di
dalam cerita juga dipaparkan tentang arti persahabatan, percintaan,
perselingkuhan, dan kalimat dari lirik-lirik lagu yang mempunyai kekuatan jalan
kehidupan para tokohnya,” papar Ananda.
Lantas apakah novel Kebisingan
Hati sepenuhnya berisikan fakta? Ia menyangkal hal tersebut. Dijelaskan penulis,
novel Kebisingan Hati adalah novel fiksi yang diselipkan beberapa fakta.
“Kalau boleh
dipersentasikan 70% fiksi dan 30% fakta. Band yang bernama Juice Heart Noise
yang saya ceritakan di dalam novel ini betul-betul ada. Band indie yang memang
berkiprah di Kota Banjarbaru. Beruntung pembaca di Kalsel akan lebih mudah
membayangkan setting latarnya. Lagu-lagu yang liriknya saya sisipkan dalam
cerita juga ada. Ada link yang saya sisipkan dalam cerita agar pembaca bisa men-download-nya
sendiri,” terangnya.
Dijelaskan lagi, beberapa
nama tokoh yang ada dalam novel merupakan nama dari lingkungan teman-temannya
sendiri.
“Saya meminta izin kepada
kawan-kawan untuk memakai nama mereka dalam cerita. Selebihnya, tentang jalan
kehidupan dan konflik yang terjadi penulis yang mengaturnya. Alhamdulilah kawan-kawan
tidak mempermasalahkan. Dan ini adalah episode pertama. Karena saya berencana
menulisnya menjadi tetralogi. Kita lihat saja nanti. Saya berharap ini bisa
menjadi awal yang baik bagi para penulis muda di Kalsel yang ingin menulis
novel. Kami di On|Off welcome untuk sama-sama berbagi, baik itu dalam penulisan
fiksi dan yang lain,” pungkasnya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar